Saat ini masyarakat yang tinggal di pedesaan masih sangat kental dengan kearifan lokalnya. Termasuk pada bidang kulinernya, seperti makanan tradisional yang masih banyak di produksi oleh masyarakat desa. Salahsatunya adalah warga Desa Mekarsari, Kecamatan Mekarmukti, yaitu Bapak Suryana (38) bersama istrinya Ibu Rismawati (32) telah belasan tahun memproduksi makanan tradisional.
Makanan ringan yang dibuat berupa camilan manis seperti wajit, dodol, semprong, kelontong dan opak. Tentu makanan tersebut adalah makanan sangat khas yang selalu ada di daerah pedesaan, namun juga biasa menjadi oleh – oleh khas daerah Garut. Pasangan suami istri ini dengan tekun memproduksi makanan khas tersebut setiap hari di rumahnya yang berlokasi di Kampung Petakan RT 03 RW 04 Desa Mekarsari. Tidak hanya berdua mereka dibantu oleh tetangganya dalam proses pengemasan.
Makanan khas tersebut kemudian di jual dengan harga mulai dari 2500 rupiah sampai 10ribu rupiah tergantung jenis makanan dan porsinya. Makanan tradisional memang dijual dengan harga yang cukup murah meriah namun rasanya yang khas mampu mengingatkan kita ke suasana pedesaan.
Pemasaran dilakukan di wilayah Kecamatan Mekarmukti juga menerima pesanan dalam jumlah banyak , pelanggan biasanya memesan untuk acara – acara umum seperti pengajian, acara hajatan dan acara lainnya.